tikus monster berdasi

bismillah…

entah mengapa tahun ini saya begitu sensitif dengan dunia politik,berbeda di tahun sebelumnya seperti teman teman wanita saya yang lain acuh tak acuh dengan perbincangan politik. mungkin dulu saya tidak berminat dengan berita politik karena saya tidak memiliki harapan untuk pejabat pejabat negara khususnya yang berada dilegislatif. dimata saya pribadi citra mereka sudah buruk,hanya menikmati fasilitas mewah,jalan jalan keluar negeri yang katanya itu perjalanan dinas dan masih banyak lagi padahal tugas mereka yang utama yaitu membuat undang undang saja banyak yang belum maksimal.

karena itu jika sudah ada acara berita politik,saya langsung ganti chanel,jika saya lihat koran halaman depan nya tentang politik jangankan saya baca,saya pegang az tidak mau. sebegitu antinya saya dengan dunia politik karena saya tidak mau semakin saya tau saya semakin sakit hati dengan tingkah pejabat. kalau ada pepatah yang bilang “tak kenal maka tak sayang “tapi kalau sudah menyinggung politik mending kita gak usah kenalan deh:)

tapi entah mengapa tahun ini saya berubah 180 derajat. setiap kali membuka acara tv langsung pilih chanel berita,begitu bangun pagi langsung saya buka media kompas dari android saya yang memang khusus di download suami karena mungkin dia tau sekarang saya pemburu berita. tahun ini saya melihat ada harapan besar dari presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik,disamping itu juga ada pihak lain yang melakukan akrobat politik. ada persaingan politik yang tidak sehat dan secara terang terangan diperlihatkan oleh mereka. terlebih lagi setelah kalah pemilu menjadi lebih sangat agresif ada rasa ketidakpuasan dan bahkan dendam politik.

dengan terus berkoar mengatasnamakan rakyat, membela kepentingan rakyat padahal sudah jelas mereka hanya mementingkan ambisi kelompok mereka saja. tidak berhasil menguasai pemerintahan, sekarang mereka berhasil menguasai parlemen karena 70 persen kursi DPR dipegang oleh KMP dan bahkan pimpinan pimpinan DPR semua dikuasai KMP seperti SETYA NOVANTO (golkar)yang menjabat sebagai ketua dan saya baca dibeberapa sumber menyebutkan setya pernah tersangkut korupsi, ada FAHRI HAMZAH,TAUFIK KURNIAWAN,dan FADLI ZON yang menjabat sebagai wakil DPR. satu pun dari kursi pimpinan tidak ada yang jatuh ke PDIP atau partai koalisi PDIP padahal mereka pemenang pemilu yang secara etika politik mereka berhak menduduki kursi pimpinan.

Melihat pengalaman sebelumnya pada masa pemerintahan SBY sebagai pemenang pemilu dan secara otomatis juga menguasai parlemen, saat terjadi tindakan korupsi yang dilakukan oleh anggota dewan yang terutama disalahkan pasti presidennya. sering kita dengar ucapan “ini lah, sejak SBY jadi presiden makanya makin banyak korupsi” kalau kemarin itu mungkin wajar saja karena parlemen dikuasai oleh demokrat,tapi jangan sampai dipemerintahannya jokowi juga terucap kalimat itu. KPK menyebutkan 3600 anggota DPR periode terlibat korupsi maka dari itu DPR selalu menjadi sorotan publik. apalagi sekarang ada peraturan yang mengharuskan KPK meminta izin terlebih dahulu ke DPR jika mau menangkap tersangka korupsi..masuk akalkah ini? 5 tahun ini KPU diringankan pekerjaan nya tapi KPK sepertinya harus menguras tenaga ekstra karena mereka yang duduk di legislatif manusia-manusia yang berambisi dengan kekuasaan dan kekayaan semata.

saat ini masyarakat di suguhkan politik yang tidak sehat, politik balas dendam..untuk itu sebagai rakyat yang cerdas kita harus dapat berfikir luas, jangan mudah menyimpulkan suatu pemberitaan lalu itu dijadikan pembenaran. selain menggunakan akal fikiran, kita juga harus membuka hati nurani, siapa pihak yang berpura pura sebagai heroit(baca:pahlawan) dan mana yang betul-betul heroit kita. semoga presiden terpilih nanti terus menjaga semangat saya untuk terus belajar politik, karena jika melihat pimpinan – pimpinan di DPR dan MPR saya sudah tidak mau kenal lagi karena sikap yang mereka tunjukkan selama ini sama sekali tidak pantas untuk duduk di kursi pimpinan.

vie!!

Advertisements
This entry was posted in Anonimous, Pokum. Bookmark the permalink.

One Response to tikus monster berdasi

  1. ricisan says:

    Reblogged this on Tanda Tanya and commented:
    nice…!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s